5 Kesalahan kita Gagal Menjual Properti Lewat “Listing”!

Belakangan, munculnya jutaan listing online properti baru dan sudah menjadi masalah tersendiri untuk seluruh agen real estate, terutama jika dikaitkan dengan kinerja mereka supaya bisa tampil menonjol dibandingkan kompetitornya. Tidak bisa sembarang lagi tampil untuk menarik calon pembeli.

Seorang agen Marketing Gallery PIK 2 bisa dengan cepat menarik perhatian calon pembeli atau penyewa dengan teknik mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam proses pengiklanan produknya. Mereka harus lebih mengenali dan memahami nilai jual properti tersebut, serta memahami dengan jelas ciri khas tipe properti seperti apa yang cepat dipasarkan kepada konsumen.

Marketing Sedayu Indo Group tidak sulit untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut. Berdasarkan keterangan, minimal ada 5 kekeliruan yang sangat sering dilakukan oleh agen real estate, simak sebagai berikut sebelum Anda menjual listing dan penjualan properti Anda:

1.Tanpa atau minim potret

Pemasaran properti online harus menarik secara visual, sedangkan banyak agen real estate yang sibuk atau bahkan tidak sama sekali menyertakan foto-foto properti dalam listing-nya. Ini jelas teknik jualan yang tidak menarik. Untuk itu, pastikan Anda menempatkan sedikitnya lima potret ruangan yang berbeda dari properti yang akan dipasarkan dengan resolusi gambar tinggi supaya terlihat jelas dan nyaman.

Mencantumkan gambar/foto yang redup atau tidak cukup pencahayaan dan bahkan buram sama sekali tidak membuat calon pembeli tertarik memahami lebih jauh mengenai properti tersebut.

2. Tata bahasa jelek

Bahasa memainkan peranan penting dalam upaya penjualan produk real estate Anda. Untuk itu, pastikan selalu mengecek ejaan dan struktur kalimat promosi yang ingin Anda pakai sebelum memasukkan listing properti Anda.

Deskripsikan properti dengan kalimat yang eye-catching. Biasanya, listing properti dengan judul yang tepat akan mudah menarik perhatian lebih banyak calon pembeli. Namun, hindari pemakaian kata-kata seperti, “Dijual cepat,” atau semacamnya. Hal itu hanya berpotensi memunculkan pertanyaan untuk calon pembeli, “Kenapa properti ini akan dipasarkan cepat?”.

3. Deskripsi lingkungan di area properti

Jangan anggap sepele bagian ini. Pasalnya, pembeli properti juga ingin tahu kondisi atau situasi riil selama properti yang akan dijual. Dengan mencantumkan kemudahan yang ada di sekeliling properti tersebut, perhatian yang bisa diraih juga akan lebih banyak.

Tonjolkan juga kelebihan wilayah tersebut, seperti rendahnya tingkat kejahatan yang terjadi atau warga sekitar yang ramah, dinamis, dan beragam. Sederhananya, pastikan untuk memasukkan seluruh aset lingkungan dalam pemaparan properti yang akan dijual.

4. Tidak ada tanda perbaikan/renovasi

Rumah dengan konsep irit energi atau yang sudah direnovasi memiliki bisa jadi terjual lebih cepat. Sayangnya, banyak agen real estate tak sempat atau justru memandang sebelah mata aspek ini sehingga kadang luput menyebutkannya dalam deskripsi. Ya, Anda tidak boleh ragu memperlihatkan kelebihan-kelebihan rumah yang bisa membuat pembeli memvisualisasikan dalam kepala mereka. Sebagai contoh, tempat tinggal yang kaya dengan cahaya matahari pagi atau rumah dengan sistem penangkal banjir atau bebas banjir.

5.Tidak ada keuntungan lebih

Poin ini juga sering luput dari perhatian agen real estate. Jika tempat tinggal itu mempunyai sistem keamanan atau mempunyai peralatan rumah tangga yang sudah diasuransikan, dan hal-hal itu diulas dalam deskripsi, pasti akan sangat membuat properti ini tampak lebih menarik.

Jangan lupa, sebutkan semua keunggulan yang pembeli bisa dapatkan dengan melakukan pembelian rumah itu dan tidak berpaling pada properti pesaing Anda.

Selamat berbisnis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *