Ghosting adalah bahasa gaul artinya

GHOSTING ADALAH BAHASA GAUL ARTINYA
Ghosting adalah bahasa gaul artinya

ghosting adalah bahasa gaul artinya – Dari beragam istilah trending yang ada, akhir-akhir ini ghosting adalah yang terpopuler. Sahabat Pandai sudah mengetahui ghosting apa itu? Eitts! Berhati-hati, Sahabat. Jika ngasal saja gunakan istilah ghosting hingga memakainya dalam kerangka yang kurang tepat… ugh! You make yourself a joke. Karena itu, kita kepoin yok, apakah itu nge-ghosting.

Karena istilah ghosting itu datang dari Bahasa Inggris, kita cari info dahulu apakah itu nge-ghosting menurut Oxford’s English dictionary. Nach, pemahaman ghosting menurut kamus ini ialah the practice of ending a individual relationship with someone by suddenly and without explanation withdrawing from all communication.

Jika kita ketahui dalam Bahasa Indonesia, lebih kurang pemahaman ghosting ialah akhiri sebuah jalinan secara tiba-tiba dan putuskan komunikasi tanpa memberinya keterangan apa saja. Istilah trending ini merujuk pada seorang yang menghindari dan lenyap demikian saja, tidak seperti terlihat hantu (ghost).

Istilah ghosting tersering kita temui dalam kerangka jalinan romantis meskipun sebetulnya ghosting bisa terjadi dalam beragam tipe jalinan interpersonal lainnya. Tetapi ghosting yang terjadi dalam jalinan yang didasari rasa kasih-sayang demikian kuat pasti berpengaruh psikis semakin besar.

Let’s be honest. Jika rekan ponakannya adik kelas di sekolah tidak say hi sepanjang 1 minggu atau sebulan, apa Sahabat akan notice? You highly likely won’t notice it, will you? Berbeda kembali jika pemutusan komunikasi itu dilaksanakan oleh seorang yang perlu dalam hidupmu, seorang yang sangat dicintai.

Mengapa Seorang Lakukan Ghosting?

Lalu, mengapa orang yang kita cintai begitu teganya nge-ghosting adalah bahasa gaul artinya? Ada kemungkinan-kemungkinan pemicu berlangsungnya pemutusan komunikasi secara tiba-tiba atau ghosting. Bisa maka seorang lakukan ghosting dan menggantung jalinan karena:

  • tidak ingin sakiti hati faksi lain
  • susah mengkomunikasikan kemauannya untuk akhiri jalinan
  • tidak ingin memiliki komitmen
  • berasa tidak nyaman dengan keadaan yang dirasakan
  • berasa tidak ada yang penting diulas
  • mendapati orang yang lain lebih menarik
  • mempunyai permasalahan psikis
  • terlampau repot, dan lain-lain.

Pemutusan komunikasi dengan mendadak lenyap membuat sebagian orang nyaman melakukan. Mereka tidak harus bermasalah dengan yang dirasa seseorang dan tidak perlu memberinya keterangan yang belum pasti diterima. Mereka bisa tinggalkan sebuah jalinan dengan mudah dan cepat tanpa sinetron.

Harus Bagaimana Jika Di-Ghosting?

On the other side of the story, penghentian hubungan yang sudah dilakukan oleh satu faksi menyebabkan faksi yang lain di-ghosting berasa cedera. Pikirkan saat seorang yang disayang mendadak lenyap dan menggantung status jalinan, Sahabat! Lumrah saja pada kondisi semacam itu kita dihempas oleh beragam jenis emosi negatif.

Seorang yang di-ghosting dapat kehilangan keyakinan diri dan jadi insecure sebab menganggap ditampik dan tidak dipandang. Seringkali mereka mempersalahkan diri kita atas lenyapnya faksi lain. Rasa kesepian dan bersedih sebelumnya bahkan juga bisa mengalami perkembangan sampai jadi stres dan frustrasi. Tentunya, sangatlah lumrah bila seorang yang di-ghosting berasa sakit hati.

Jika demikian, apa yang perlu dilaksanakan saat kita di-ghosting? Here are some ideas for you, Sahabat Pandai.

  • Usaha terima kondisi dengan tulus. Memang tidak gampang, Sahabat. Tetapi makin kita bertanya mengapa kita di­-ghosting, makin sulit saja keadaan mental kita.
  • Tegarkan hati tidak untuk terus-terusan cari tahu kondisinya. Hati-hatilah arahkan jempolmu saat menelusuri sosial media supaya tidak terobsesi dan makin sakit hati. Or else, setop using media sosial altogether. Tidak perlu mengontak beberapa temannya. Just setop stalking.
  • Sharing bisa, jika itu membuat hatimu berasa lebih enteng. Tetapi sharing ke orang yang paling dipercaya, ya! Tidak boleh sharing ke sosial media.
  • Tidak perlu mempersalahkan diri kita. Everyone is reponsible for their own action. Saat seorang memutuskan untuk ghosting, dia sadar seutuhnya atas perbuatannya itu, kok.
  • Coba kegiatan rutin atau aktivitas baru.
  • Percayalah jika kita akan baik saja. Semua rasa tidak nyaman itu akan berakhir.

Bila satu saat berjumpa dengan seorang yang sempat nge-ghosting, kita tidak perlu berlaku kasar atau konyol. Masih tetap berlaku santun saja tanpa terikut arus untuk merajut jalinan dekat kembali karena kekuatan terulangnya ghosting.

Ghosting apa terjadi dalam persahabatan? Bisa jadi, Sahabat. Siapa sich yang, misalkan, sukai lenyap ketika berada pekerjaan barisan yang perlu ditangani? Nach, nge-ghosting , tuch!

Without a doubt, pemutusan komunikasi ghosting adalah bahasa gaul artinya yang sepihak dengan tersengaja dan tanpa keterangan apa saja itu jahat. Ghosting ialah satu bentuk penampikan yang sangat kejam karena tinggalkan seseorang dalam ketidaktahuan, bahkan juga perasaan bersalah yang tidak perlu. Tidak boleh dilakuin ya, Sahabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *