jenis alat transaksi digital payment

Sesudah mengulas beberapa plus dan minus dari metode bayar digital, sekarang saatnya giliran mengulas bentuk alat transaksi dari Smart Digital Payment ini.

Ada dua jenis alat transaksi digital payment yaitu:


-Kartu fisik atau chip seperti produk kartu E-Money, Flazz, Brizzi dan Sakuku.

-Basis server atau e-wallet seperti Gopay, OVO, Dana, dan Linkaja. Khusus yang disebutkan terakhir, Linkaja merupakan penyempurnaan dari dompet digital yang dulu dikenal sebagai t-cash milik provider Telkomsel.


Jenis digital payment berbentuk kartu lebih dulu populer dibanding jenis basis server. Apalagi setelah kebijakan pembayaran non tunai pada semua pintu Tol diberlakukan.

Tetapi jangan salah, primadona para milenial justru lebih menyukai e-wallet berbasis server ketimbang menggunakan kartu fisik. Sebab pengoperasian e-wallet cenderung menempel bersama sistem di ponsel setiap penggunanya.

Jadi pengguna akan terhindar dari lupanya membawa kartu fisik. Selain itu kartu fisik biasanya harus dibeli dengan harga tertentu awalnya sebelum pengisian saldonya. Tetapi plusnya kartu fisik bisa dipindahtangankan secara langsung tanpa mutasi data dan verifikasi apapun.

Paling penting kartu jangan sampai hilang. Karena jika kartu hilang maka akan lenyap juga saldo yang Anda miliki.

Gimana sudah cukup wawasan tentang digital payment nya? Ada satu lagi nih yang akan 4muda jelaskan mengenai digital payment berjenis e-wallet.


Industri perbankan tanah air tengah bersiap menuju transformasi era sistem pembayaran berteknologi canggih dengan kode matriks dua dimensi atau lebih populer dengan nama QR code system.
QR code adalah singkatan dari Quick Response code. Layaknya barcode batang yang berfungsi menyimpan data. QR code diyakini memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar dibandingkan barcode batang.

Nyaris semua e-wallet menerapkan cara scan CR code ini untuk para penggunanya. Bahkan di masa yang akan datang kemungkinan besar QR code akan menggantikan posisi mesin perekaman data elektronik EDC (electronic data capture) dan mesin ATM, karena mungkin QR code dianggap lebih efisien dimana pengguna hanya tinggal membawa ponselnya saja untuk menyorot (scan) QR code dari merchant-merchantnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *