Pembangunan Infrastruktur di Negara Asia-Pasifik

Pembangunan Infrastruktur di Negara Asia-Pasifik

Di negara-negara Asia-Pasifik lainnya, sudah ada rencanarencana yang telah disiapkan untuk membangun jalan raya baru yang menghubungkan ibukota Laos, Vientiane dengan Hanoi, ibu kota Vietnam. Diperkirakan menelan biaya lebih dari $4,5 miliar, rute sepanjang 707 km itu mencakup persimpangan antara Namphao di Laos dan Cau Treo di Vietnam. Sri Lanka adalah rumah bagi proyek Central Expressway senilai $1 miliar, Taguig Expressway (MTEX) senilai $832,8 juta sedang berjalan di Filipina, dan Singapura memiliki kontrak jalan dan terowongan senilai $603 juta. Jumlah yang kurang lebih serupa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur rel baru di negara-negara Asia-Pasifik termasuk Malaysia dan Indonesia.

Investasi bernilai tinggi lainnya sedang dilakukan di sektor pasir buatan Korea Selatan dan pasar perumahan residensial di Filipina. Jepang juga mengeluarkan miliaran yen untuk membangun rute-rute terowongan baru dalam rangka penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, proyek Maglev High Speed Train, proyek relokasi Angkatan Laut AS, dan rehabilitasi daerah yang dilanda gempa bumi, Tohoku.

Proyek pembangunan ini juga tidak lepas dari pengamatan pemain cor beton Indonesia. Salah satu yang melakukan pengamatan yaitu PT. Agasi Bogor. Perusahaan tersebut melancarkan strategi penawaran harga beton ready mix k300 serta garansi kualitas agar mendapat proyek pengecoran.

Pembangunan Infrastruktur Asia-Pasifik Dilirik Investor
Operasi Metso di Asia-Pasifik mencakup 19 negara dengan beragam budaya dan geografis di kawasan ini: Nepal, Bangladesh, Myanmar, Laos, Thailand, Sri Lanka, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Bhutan, Taiwan, Filipina, Vietnam, Kamboja, Brunei, Malaysia, Indonesia dan Timor Leste.

Operasi Asia-Pasifik pabrikan ini juga mencakup Hong Kong. Metso bekerja sama dengan berbagai distributor agregat di kawasan Asia-Pasifik: Ube di Jepang; PT FMM di Indonesia; Haein di Korea Selatan; PMCI di Filipina; Miroc di Malaysia; MSP di Myanmar; dan Uawithya di Thailand. Perusahaan OEM ini menjual langsung kepada para pelanggan di negara-negara lain di wilayah tersebut.

Baca Juga!  Alasan Mengapa Rumah Minimalis Menjadi Favorit

Selain kantor-kantornya di Jepang, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, Vietnam, Singapura dan Indonesia, di negara yang terakhir ini juga terdapat fasilitas perbaikan dan servis untuk kawasan Asia-Pasifik dari PT. Metso Minerals Fasilitas. Metso juga memiliki Neles Globe Vale Technology Center di Chungju, Korea Selatan. Suhen Agarwal, vice president – sales & services, aggregates, Metso Asia-Pacifick, menyatakan banyak negara Asia-Pasifik sedang mengalami pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) lebih dari 4-5%. Tingkat pertumbuhan seperti itu diperkirakan akan bertahan setidaknya selama dua tahun ke depan.

Sebagian besar negara di kawasan ini juga diklasifikasikan sebagai pasar-pasar berkembang global, menjadikannya sangat menarik bagi investorinvestor asing. Geografi dan populasi AsiaPasifik yang besar membutuhkan pembangunan yang konsisten, kata Agarwal. Negara-negara berkembang seperti Vietnam, Thailand, Laos, Kamboja, Myanmar dan Filipina akan terus menciptakan kebutuhan untuk infrastruktur, transportasi dan energi. Ada juga sumber daya mineral yang melimpah di negaranegara seperti Filipina, Laos dan Vietnam.

Dari sembilan juta hektar lahan yang sangat berpotensi mengandung mineral di Filipina, hanya 1,4% yang ter-over oleh izin penambangan. Dengan demikian, negara itu diperkirakan memiliki kekayaan mineral yang belum dimanfaatkan senilai $ 840 miliar. Laos diperkirakan memiliki 570 deposit mineral termasuk tembaga, emas, seng dan timah.

Agarwal mengatakan, meskipun hampir semua pasar Asia-Pasifik didominasi oleh pemain-pemain lokal, para pelanggan ingin menggantikan sebagian besar mesin yang tidak efisien yang menggunakan teknologi rendah dengan teknologi dan pabrik yang lebih maju. Dia menekankan bahwa kondisi ini memberi peluang besar sekali kepada brand-brand premium seperti indoreadymix & Metso untuk meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan ini.

Pasar agregat di AsiaPasifik memiliki tiga segmen. Metso dan pemain-pemain global lainnya berada di pasar pelanggan kelas atas Tier 1 yang bernilai sekitar $64 juta. Pasar pelanggan menengah ke pasar Tier 2 didominasi oleh pemain-pemain domestik di setiap negara, bersama dengan pabrikan-pabrikan Cina. Pasar ini bernilai sekitar $70 juta. Akhirnya, ada pelanggan yang mencari produk murah yang dipenuhi oleh banyak produsen, terutama dari Cina. Pasar ini bernilai sekitar $53 juta.

Baca Juga!  Kelebihan atap baja ringan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *